Laporan Kunjungan Studi Banding, Surabaya dan Semarang, 4-6 Desember 2012

1.       Latar Belakang

Kurikulum 2012 Prodi Teknik Elektro, IT Telkom menyediakan mata kuliah peminatan yaitu peminatan elektronika, kontrol dan elektromedis. Secara umum, peminatan elektronika dan kontrol telah cukup matang karena sebenarnya  telah ada sejak berdirinya Prodi Teknik Elektro. Peminatan Elektromedis pada bermula dari mata kuliah peminatan Instrumentasi Biomedis (3 sks) yang  sejak pertama penyelenggaraannya sangat banyak peminatnya. Selain itu semakin banyak mahasiswa yang mengambil  tugas akhir yang berkaitan dengan teknik biomedika.  Peminatan Elektromedis pada saatnya nanti diharapkan akan menjadi  cikal bakal Prodi Teknik Biomedika di kemudian hari.  Dari tujuan pembentukan peminatan Elektromedis tersebut, perlu dilakukan penajaman kompetensi dari lulusan yang diharapkan. Upaya ini dilakukan dengan melihat Prodi sejenis di Perguruan Tinggi lain dari sisi kurikulum, fasilitas dan metode pengajaran. Berkaitan Program Unggulan yang diluncurkan oleh Rektor ITTelkom, maka Prodi Teknik Elektro mengadakan studi banding ke  beberapa perguruan tinggi sebagai bagian dari Program Perintisan Lab Teknik Biomedika sebagai pendukung peminatan Elektromedis.

2.       Tujuan

Tujuan dari kegiatan studi banding ini adalah :

  1. Membandingkan kompetensi  dari tiap prodi teknik biomedik/elektromedis
  2. Melihat fasilitas laboratorium yang ada dan proses belajar mengajarnya
  3. Merintis jejaring kerjasama untuk penelitian dan pendidikan dengan prodi sejenis

 

  1. 3.       Kegiatan yang dilakukan

Kunjungan Studi Banding ini dilaksanakan oleh Team Dosen dari Fakultas Elektro & Komunikasi, ITTelkom dengan personalia sebagai berikut :

  1. Achmad Rizal
  2. Sugondo Hadiyoso
  3. Rita Magdalena
  4. Yuli Sun Hariyani

Berikut laporan kegiatan dan hasil pengamatan yang bisa dituliskan

a.       Program Studi Teknobiomedika, Universitas Airlangga, Surabaya

Prodi Tekno Biomedika, Univ. Airlangga berada di dalam Departemen Fisika, Fakultas Sain dan Teknologi, Univ. Airlangga. Prodi Tekno Biomedika didirikan tahun 2008 dan tahun 2012 telah menghasilkan lulusan pertama. Profil lengkap dari Prodi ini bisa dilihat di http://tekno.fst.unair.ac.id/wp-content/uploads/2010/12/spesifikasi-Prodi-S1-Teknobiomedik.pdf

Karena di bawah Departemen Fisika, Prodi Tekno Biomedika sangat kuat di bidang sains. Hal ini ditunjukkan dengan fokus dari  Prodi Teknik Biomedika adalah bidang biomaterial dan Instrumentasi Biomedis. Kelebihan lain dari Prodi Tekno Biomedika, Univ. Airlangga sehubungan dengan posisinya yang di bawah Departemen Fisika adalah adanya Lab Fisika yang menunjang seperti Lab Laser, Lab Radiasi, Lab Sensor dan Lab Elektronika. Dukungan lain yang dimiliki dari Fakultas adalah Lab. Biomaterial dan Lab-Lab Penunjang Kimia dan Biologi yang ada di Departemen Kimia dan Biologi. Selain itu terdapat dukungan SDM atau Lab lain dari Fakultas lain seperti dari Fakultas Kedokteran dan adanya rumah sakit pendidikan yang bisa diakses oleh mahasiswa Prodi Tekno Biomedika.

Permasalahan yang ada di Prodi Tekno Biomedika adalah akreditasi dari BAN-PT yang belum bisa dilakukan karena belum adanya nomenklatur Prodi Teknik Biomedika. Selain itu karena baru meluluskan lulusannya, belum diketahui penyerapan lulusan dan bidang kerja lulusannya.

Rombongan dari ITTelkom diterima oleh :

  1.  Prof. Win Darmanto, Ph.D.    Dekan Fakultas Sain dan Teknologi, Univ. Airlangga
  2. Dr. Retna Apsari, M.Si  Ka. Prodi Tekno Biomedika, Univ. Airlangga
  3. Drs. Siswanto., M.Si, Ketua Departemen Fisika, Univ. Airlangga

b.      Jurusan Elektromedis, Politeknik Kesehatan, Surabaya

Jurusan Elektro Medis, Politeknik Kesehatan Surabaya awalnya bernama Akademi Teknik Elektromedis dan pernah menjadi kelas jauh dari ATEM Jakarta. Jurusan Elektromedik  resmi berdiri sebagai bagiana dari Poltekkes Surabaya tahun 2001. Jurusan Elektromedis mempunyai 2 program studi yaitu D3 Elektromedis dan D4 Elektromedis. Fasilitas yang dimiliki oleh Jurusan Elektromedik selain Lab adalah Asrama Putri yang diperuntukkan untuk mahasiswa tingkat 1 dan tingkat 3. Lab yang dimiliki yaitu :

 1. LAB. Alat Lab
2. LAB. TTL
3. LAB. Radiografi
4. LAB. Komputer
5. LAB. Elomedik
6. LAB. Fisika
7. LAB. Digital
8. LAB. Elektronika
9. LAB. Mikrokomputer
10. LAB. Kalibrasi
11. Bengkel Mahasiswa

Sebagai Jurusan yang fokus pada bidang elektromedis, fasilitas yang dimiliki tergolong sangat lengkap dan baik. Salah satu perangkat yang dimiliki adalah C-Arm X-Ray machine di Lab radiologi. Kelebihan dari Jurusan Elektromedis, Poltekkes Surabaya adalah sertifikasi profesi oleh Kemenkes yang menjadi syarat bekerja di rumah sakit swasta atau rumah sakit pemerintah. Jurusan Elektromedis fokus pada mengoperasikan, memperbaiki dan manajemen perawatan serta kalibrasi preangkat kesehatan, jadi tidak ditujukan untuk membuat alat elektromedis. Kelemahannya saat dilapangan, tenaga elektromedis tidak diperkenankan untuk mengukur EKG pasien, mengambir gambar X-Ray pasien atau kegiatan yang berkaitan secara langsung. Pengoperasiana ditujukan pada  pemahaman cara kerja perangkat sehingga mampu melakuan perbaikan ringan saat terjadi kerusakan.

Permasalahan yang dihadapi oleh Jurusan elektromedis Poltekkes Surabaya adalah nomenklatur prodi. Dengan belum keluarnya nimenklatur ini maka belum bisa dilakukan akreditasi oleh BAN-PT. Semenjak alih bina dari Kemenkes ke Kemendikbud, ada beberapa permasalahan yang bisa terpecahkan seperti masalah di atas. Jika Elektromedis masuk ke rumpun Teknik/engineering maka Jurusan ini harus keluar dari bidang kesehatan atua berada di luar Poltekkes.

 Rombongan dari ITTelkom diterima oleh :

  1. Dr Ir Bambang Guruh I,  Dir. Poltekkes Surabaya
  2. Hj. Hergumiwang, ST., MT,  Ketua Jurusan Elektromedis
  3. Tribowo Indarto, ST., MT, Ka. Prodi D3 Elektromedis
  4. Syaifudin, ST., MT, Ka Prodi D4 Elektromedis
  5. Hj. Anjar  Puji, ST., MT. Ka. PPM

c.       Akademi Teknik Elektromedis , Semarang

Akademi Teknik Elektromedis Semarang dahulu dikenal dengan ATEM Kesdam Diponegoro berdiri sejak tahun 1998. ATEM Semarang termasuk didalam 10 Akademi Elektromedik di Indonesia. ATEM Semarang hanya mempunyai  1 program studi yaitu D3 Elektromedis. Pada kunjungan ini sebenarnya agenda utamanya adalah memberikan kuliah tamu. Materi yang dibawakan adalah Pengolahan Sinyal Biomedis yang diikuti oleh sekitar 40 mahasiswa tingkat 3 dan sebagian mahasiswa tingkat 2.  Secara umum, fasilitas di ATEM Semarang tidak terlalu lengkap tetapi link dengan rumah sakit dan industri alat kesehatan sangat dekat. Hasil yang diperoleh dari kunjungan ke ATEM Semarang adalah rintisan peneltian bersama dan kerjasama industri. Untuk penelitian, telah dirintis penelitian bersama dengan tema sistem pemantauan sinyal berbasis jaringan.  Penjajakan kerjasama dengan industri juga telah dilakukan dengan harapan hasil-hail penelitian di ITTelkom nantinya bisa diproduksi oleh perusahaan alat kesehatan lokal.

4.       Penutup

Peminatan Elektromedis ITTelkom harus mempunyai warna yang berbeda dengan prodi teknik elektromedis atau Prodi Teknik biomedika lain. Sebagai Prodi yang berada di Institut Teknologi Telkom, Peminatan Elektromedis harus bisa membawa warna telekomunikasi dalam penelitian-penelitian yang dihasilkannya. Untuk itu, telemedicine seharusnya menjadi salah satu bidang kajian dalam penelitian yang dilakukan. Masih perlu langkah yang panjang dan lama untuk menuju Prodi Teknik Biomedik yang diidamkan. Masih banyak hal yang harus dilengkapi dan diperbaiki. Sebagai langkah awal, peminatan elektromedis harus dikuatkan dengan sumberdaya yang mumpuni, lab yang memadai dan penelitian yang terarah.

 

Di Lab Sensor, Prodi Tekno Biomedika, Unair

Praktek Trouble Shooting, Mahasiswa elektromedis Poltekkes Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *